Kamis, 26 Maret 2009

[resensi buku] Iran Melawan Arogansi AS-Israel

Moh Yasin, Majalah Forum Keadilan edisi 15 Maret 2009.

Mahmud Ahmadinejad bercita-cita mengembalikan Iran kepada masa keemassan. Lalu?

Mahmud Ahmadinejad, bukan sekedar Presiden Republik Islam Iran. Ia adalah orator yang tak segan-segan menyerang lawan-lawan politik di dalam negeri maupun musuh-musuh ideologis di luar negeri. Pria kurus berjenggot lebat itu juga menajdi corong yang popular bagi masyarakat Timur Tengah yang selama ini tertekan oleh dominasi politik dan militer Amewrika Serikat (AS) dan Israel terhadap pemerintah mereka. Padahal secara etnis Iran yang berasal dari Puak Aria Parsia sama sekali berbeda dengan puak Arab di Negara-negara tentangganya.

Sebagai target hujatan utama, Israel jelas sudah gatal membalas gertakan Ahmadinejad. Bahklan kalau tidak itahan Amerika Serikat, Tel Aviv sudah ingin menggempur Iran untuk menghentikan "gangguan stabilitas di Timur Tengah". Namun, melawan kaum Hizbullah di Lebanon Selatan dan Hamas di Palestina yang sering dibantu oleh Iran saja, militer Israel ternyata tidak pernah benar-benar unggul.

Dunia tak bisa memandang sebelah mata terhadap posisi Iran di Timur Tengah. Sejak menjadi Presiden Iran, Dr. Mahmud Ahmadinejad bercita-cita mengembalikan Iran seperti di masa-masa keemasan awal revolusi Islam di bawah Ayatulloh Imam Khomeini.ia memadukan paham kerakyatan dan nasionalisme religius, sambil membangun kepercayaan diri di hati setiap warga Iran. Meskipun menjadi kelompok minoritas di Timur Tengah, kaum muslim Syi'ah Iran yakin akan mampu memimpin bangsa Arab yang berlairan muslim sunni dunia.

Guna meredam pengaruh Iran ini, AS dan sekutu Eropa, plus Israel, terus melancarkan propaganda negative kepada Negara penerus bangsa Persia itu. Tuduhan diobral tentang Iran yang memotori teorisme di Timur Tengah, berambisi menjadi Negara bersenjata nuklir hingga tuduhan miring terhadap pribadi Presiden Ahmadinejad. Bahkan Presiden Israel, Shimon Peres, perlu menghiba kepada meneteri luar negeri Haillary Clinton agar AS tidak membiarkan Iran membuat bom nuklir.

Alah-alih merasa takut atas propaganda-propaganda Barat dan Israel, Ahmadinejad justru meluaskan pengaruh Iran. Kunjungan ke Afghanistan, Arab Saudi, dan bahkan Indonesia, memoles peran Iran sebagai motor pemersatu Negara-negara berpenduduk muslim di dunia.
Selain menghantam melalui jalur keras, AS dan sekutunya berusaha merendahkan intelektualitas Ahmadinejad dengan senagja "membantainya" dalam seminar di Universitas Columbia, AS, tahun 2007. Diawali dengan sambutan negatif dari Rektor Universitas Columbia, Bollinger, Ahmadinejad diserng berbagai pertanyaan sinis oleh akademisi dan wartawan. Mereka menuduh Iran mendukung teroris, memasung kebebasan pers, merendahkan hak pribadi perempuan di Iran serta menerapkan sistem pemerintahan yang otoriter.

Namun, dengan cerdas, Ahmadinejad mampu membungkam semua kritik itu. Buku karya Presiden kesembilan Iran ini adalah rekaman debat dan naskah pidatonya dalam pernag wacana di Universitas Columbia, AS. Demikian pula kumpulan naskah-naskah pidatonya di PBB maupun ketika menghadapi para rahib Yahudi dan para pendeta Nasrani.

Ahmadinejad dengan fasih menegaskan, Iran yang dikekang sanksi ekonomi dan politik justru adalah korban terorisme Negara oleh AS dan sekutunya. kebebasan di Iran adalah kebebasan yang patuh pada hukum dengan berlandaskan hukum Islam yang khas.

Hingga kini Barat tidak pernah mampu membuktikan pengembangan energi nuklir di Iran ditujukan lebih dari kepentingan industri dan perdamaian. Kalaupun Iran mengembangkan peluru kendali dan persenjataan lain, tujuannya untuk mempertahankan memeprtahankan kedaulatan negaranya—bukan untuk menjajah Negara lain.

*) Moh Yasin, Bergiat di lembaga ISMES (Indonesian Society for Middle East Studies)-LIPI. Peneliti pada Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Paramadina. Mahasiswa Program Pascasarjana ICAS-Paramadina, Jakarta. A Branch of ICAS-London.

Judul Buku : Ahmadinejad Menggugat; Republik Islam Iran Mematikan Arogansi Amerika-Israel
Judul Asli : Hoviyar-e Iran dar New York & Goftar dar Ravesh Iranian
Penulis : Dr. Mahmud Ahmadinejad
Penerbit : Zahra, Jakarta
Cetakan : Pertama, Agustus 2008
Tebal : 346 halaman
Harga : Rp. 49 900


www.dinamikaebooks.com

0 komentar: