Rabu, 12 Mei 2010

Under The Black Ensign

by: L. Ron Hubbard
Karier awal Tom Bristol sebagai mualim pertama kapal Randolph dari Maryland berakhir begitu saja ketika dia tengah mendarat dan mendadak diserang untuk dipaksa berlayar bersama kapal Inggris HMS Terror. Sungguh tersiksa bekerja di bawah kapal Inggris yang kejam itu: Para awaknya diperlakukan seperti barang— mereka hampir tidak diberi makan, dipaksa bekerja hingga kelelahan, dan dikenai hukuman cambuk jika tidak disiplin. Takdir akhirnya berpihak kepada Bristol ketika kapal itu diambil alih oleh bajak laut dan dia dengan senang hati bergabung bersama mereka.  Namun, kiprah baru Tom sebagai bajak laut segera buyar ketika dia dinyatakan bersalah telah membunuh seorang pembajak yang memberontak dan menyelundupkan seorang perempuan ke atas kapal.Tom dijatuhi hukuman dibuang ke sebuah pulau terpencil tanpa membawa apa-apa selain sebotol kecil air, sepucuk senjata, dan sejumlah peluru yang cukup untuk bunuh diri. Namun, Tom membuat sebuah rencana yang cerdik agar dia dapat kembali melaut dan menjadikan petualangan di masa lalunya tak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dilakukannya kelak terhadap banyak musuhnya …


Teriakan yang tak asing di laut itu terdengar dari tiang paling atas. "Ada kapal di depan!" Semua mata mendongak. Pecutan itu untuk sesaat terlupakan. Kapal itu pastilah sangat dekat, kalau tidak, tak mungkin diumumkan.
"Di mana?" teriak Mannville.
"Di sebelah kanan! Kapal itu mendatangi haluan kita!"
Para awak berlompatan ke tepi kapal. Kabut cahaya yang muncul karena pantulan matahari di atas air untuk sesaat membutakan mereka. Dan terlihatlah kapal itu, berlayar menentang matahari pagi. Kapal itu memiliki tiga tiang layar yang besar, dengan ruang kemudi yang tampak berkilauan. Menantang cahaya, layarnya tampak
hitam. Pada saat mereka memandang kapal itu, segulung kain menaiki tiang benderanya dan berkibar-kibar. Identitas yang disampaikannya tak mungkin keliru. Sebuah tengkorak menyeringai dengan latar belakang hitam.


www.dinamikaebooks.com

0 komentar: