Jumat, 23 Januari 2009

[artikel dinamika] Saat Literasi Dibenamkan Televisi

Sumber: Kompas, Sabtu, 3 Januari 2009

PERNAH mendengar hari tanpa televisi? Sejak tiga tahun terakhir, penetapan hari ini telah dikampanyekan beberapa lembaga yang prihatin terhadap konten atau isi tayangan di televisi. Sejumlah lembaga yang tergabung dalam Koalisi Nasional Hari Tanpa TV mengimbau para orangtua untuk mematikan televisi di rumah selama satu hari penuh dan menggantikannya dengan melakukan kegiatan yang lebih berguna.

Imbauan tersebut nyaris tenggelam oleh hiruk-pikuk pemberitaan dan hiburan melalui layar televisi. Pengaruh televisi dalam keluarga Indonesia tampaknya sudah demikian kuat menyatu dengan keseharian masyarakat. Data Bank Dunia tahun 2004 menunjukkan, ada 65 persen lebih rumah tangga pemilik televisi di Indonesia. Bentuk media audio visual yang menarik dan lengkap dari si "tabung ajaib" menjadikan ia lebih digandrungi dibandingkan dengan produk budaya lain, seperti buku.

Hiburan yang disajikan mampu menarik mayoritas penduduk menekuni tayangan televisi dalam kegiatannya sehari-hari. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006, lebih tiga perempat (86 persen) dari seluruh penduduk usia 10 tahun ke atas di Indonesia memiliki aktivitas rutin mengikuti acara televisi dalam seminggu.

Adapun untuk aktivitas literasi angkanya lebih kecil, yaitu 68 persen dari total jumlah penduduk usia tersebut yang membaca ragam sumber bacaan selama seminggu. Ragam bacaan yang ditekuni meliputi surat kabar, majalah, buku pelajaran, buku pengetahuan di luar buku pelajaran, dan buku cerita.

Minat baca

Televisi pada dasarnya adalah sebuah produk teknologi komunikasi. Tidak ada yang "salah" dengan media yang menawarkan ragam tayangan audio visual tersebut. Hanya saja, pemanfaatannya saat ini dirasa semakin tak seimbang dengan porsi penggunaan produk sosial budaya lain, misalnya budaya membaca. Hal ini terbukti dari persentase penduduk yang memanfaatkan waktunya untuk menonton televisi jauh lebih banyak dibandingkan membaca.

Gejala rendahnya minat terhadap buku dimulai ketika terjadi booming televisi swasta di Tanah Air pada awal 90-an. Ketika televisi swasta pertama Indonesia lahir saat itu, hampir tidak ada yang menyangka jika pada satu dekade berikutnya akan ada belasan bahkan puluhan stasiun televisi swasta lain seperti sekarang ini dengan berbagai variasi tayangan.

Pada masanya dulu hanya televisi pemerintah yang mengudara dengan jam siaran terbatas dan komposisi acara hiburan yang juga terbatas. Aktivitas anggota rumah tangga, khususnya anak-anak, tidak melulu diwarnai dengan menonton televisi, tetapi juga membaca buku atau permainan yang mengandalkan olah fisik. Saat ini, sepulang sekolah, televisi dengan ragam acara hiburan dan saluran merupakan hiburan yang paling digemari anak-anak.

Daya tarik televisi sedemikian rupa sehingga "pertemanan" anak dengan buku merupakan sesuatu yang langka. Jarangnya interaksi dengan bahan bacaan menjadi salah satu faktor penyebab kurangnya pemahaman seseorang dalam membaca.

Dalam sebuah studi internasional yang rutin dilakukan untuk mengetahui perkembangan kemampuan membaca anak, khususnya yang duduk di bangku kelas empat (sekolah dasar) menunjukkan total skor yang dicapai anak Indonesia adalah 405 (tahun 2006).

Posisi ini berada di peringkat 36 dari 40 negara peserta, Indonesia hanya menempati posisi di atas negara-negara Qatar, Kuwait, Maroko, dan Afrika Selatan. Studi yang bernama Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) ini dilakukan setiap lima tahun untuk mengukur tren kebijakan dan pencapaian kemampuan membaca anak dan praktik yang berkaitan dengan literasi dan pemahamannya.

Sarana membaca

Akan tetapi, perilaku seseorang yang kurang menyukai buku bukanlah satu-satunya penyebab rendahnya minat baca. Akses bahan bacaan yang terbatas, antara lain karena mahalnya harga buku, turut menyumbang kemalasan orang membaca. Dalam jajak pendapat Kompas tentang buku beberapa waktu lalu, sebagian besar (60 persen) responden menyatakan bahwa harga buku, khususnya buku bacaan baik fiksi maupun non fiksi, tergolong mahal. Sebanyak 70 persen responden juga mengaku tidak memiliki anggaran khusus untuk membeli buku setiap bulan.

Demikian juga fasilitas perpustakaan umum dirasakan belum memadai. Di beberapa negara maju, perpustakaan yang menyediakan tempat membaca yang nyaman dengan koleksi buku yang cukup lengkap merupakan fasilitas publik yang relatif mudah ditemukan. Kondisi tersebut berbeda 180 derajat dengan Indonesia yang agak cukup sulit menemukan perpustakaan yang layak, nyaman, dan kaya akan koleksi buku. Dalam sebuah penelitian jajak pendapat di 12 kota besar di Indonesia, lebih dari 50 persen responden menyatakan sulit menemukan perpustakaan di sekitar tempat tinggal mereka.

Opini masyarakat tentang sulitnya mengakses perpustakaan cukup beralasan. Menurut data Perpustakaan Nasional RI—sebagai satu-satunya lembaga negara yang mewadahi perpustakaan seluruh Indonesia—baru ada 6.181 perpustakaan di seluruh negeri. Jumlah itu terdiri atas perpustakaan di sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan umum yang disediakan pemerintah, serta perpustakaan khusus yang dimiliki oleh instansi atau lembaga-lembaga lain nonpemerintah. Jika dihitung per kapita berdasarkan jumlah penduduk saat ini, artinya setiap satu perpustakaan harus melayani sekitar 35.000 jiwa.

Beban yang berat, tetapi anggaran minim sering membuat beberapa perpustakaan akhirnya kolaps dan kemudian tutup. Jika mampu bertahan, yang dikorbankan adalah koleksi buku yang jumlahnya cenderung stagnan. Dengan daya tarik yang semakin berkurang, tak salah jika data pengunjung perpustakaan selama tiga tahun terakhir pun tidak menampakkan perubahan berarti. Tahun 2005 dan 2006, pengunjung perpustakaan di seluruh Indonesia sama-sama berkisar di angka 4,6 juta orang. Tahun 2007, angkanya malah berkurang menjadi 4,1 juta pengunjung.

Selain jumlah buku, kondisi fisik perpustakaan juga menjadi salah satu alasan gudang ilmu ini semakin dijauhi. Bandingkan dengan bangunan pusat perbelanjaan atau mal yang dimiliki pemodal besar, yang "jorjoran" menggelontorkan dana untuk merias gedung yang menawarkan gaya hidup konsumtif. Kondisi sebaliknya terjadi dengan gedung perpustakaan, khususnya perpustakaan umum dan perpustakaan sekolah. Meski statusnya sebagai wahana ilmu pengetahuan, perhatian yang tidak sungguh-sungguh dari pemegang kebijakan membuat perpustakaan menjadi sekadar pelengkap.

Gedung yang sudah tua dan kusam, tidak nyaman, dan jumlahnya sangat sedikit adalah sebagian ciri perpustakaan di Tanah Air. Selain kondisi fisik gedung, koleksi buku pun terbatas. Teknologi informasi yang mampu menyediakan buku atau arsip elektronik juga masih jarang ditemui. Di sisi lain, orang tidak dapat mengandalkan toko buku sebagai tempat wisata ilmu pengetahuan. Selain jumlahnya juga belum terlalu banyak, lagi-lagi harga buku yang "tidak ramah kantong" menjadi kendala orang memiliki buku.

Jika sedemikian lemahnya minat masyarakat terhadap buku, ditambah faktor eksternal yang membuat kegiatan membaca sebagai satu hal yang tidak mengasyikkan, wajarlah jika buku semakin jauh dari menggantikan posisi televisi sebagai agen pembelajaran dan hiburan. Suatu ironi, apalagi jika mengingat tayangan konsumtif dan tidak mendidik semakin deras ditawarkan si "tabung ajaib" bernama televisi. (Litbang Kompas)

-- Palupi Panca Astuti

www.dinamikaebooks.com

Kamis, 22 Januari 2009

[resensi buku] Belajar dari Perjalanan

TEMPO Interaktif, Senin, 19 Januari 2009

Dua lelaki bersaudara, secara tradisional dan universal, tampaknya tak bakal bisa kompak 100 persen. Ada saat ketika mereka akan berpisah jalan dan memilih lingkungan pergaulan sendiri-sendiri. Saat itulah yang biasanya dimulai di usia remaja, ketika mereka mulai merasa terasing satu sama lain.

Franz dan Kurt Wisner merasakannya. Kakak-beradik yang berbeda usia dua tahun ini bak Kutub Utara dan Selatan ketika Franz, sang kakak, berusaha menjauh dari adiknya jika ingin diterima oleh lingkungan anak-anak remaja keren.

Titik balik hubungan keduanya terjadi saat menjelang pernikahan Franz. Sepekan sebelum pernikahan, Annie, tunangan Franz selama 10 tahun, mencampakkannya. Padahal undangan sudah tersebar dan sebagian besar biaya perayaan serta bulan madu sudah dibayar.

Kekuatan persaudaraan dan pertemanan diuji pada saat genting seperti ini. Franz punya dua pilihan, membatalkan semua rencana pestanya atau tetap berpesta tanpa mempelai wanita. Dikompori oleh adik dan teman-temannya, Franz memilih alternatif kedua dan berpesta gila-gilaan.

Tapi penderitaan belum selesai. Sepekan kemudian Franz mendapat hantaman lagi: di kantornya. Jabatannya diturunkan, meski tetap mendapat bonus tahunan yang sangat besar.

Buat pembaca perempuan, kisah ini membuktikan satu hal: pria hetero yang tangguh di dunia karier sekalipun bisa termehek-mehek ketika sendirian merutuki nasib. Juga bahwa ketika tertimpa musibah, kesedihan berlipat justru hadir ketika tak ada lagi teman yang menepuk punggung memberi dukungan dan selesainya pesta-pesta pengusir duka.

Beruntung, Franz punya Kurt, yang sikapnya tak pedulian. Sayangnya, tak terlalu banyak digali bagaimana mungkin dua lelaki bersaudara yang sudah menjadi dua orang asing tiba-tiba sepakat untuk jalan bersama. Kurt sepertinya tak membuat banyak pertimbangan ketika setuju pada rencana Franz berkeliling dunia.

Mereka merencanakan perjalanan keliling dunia begitu saja. Mereka memutuskan berhenti bekerja, menjual rumah, menyumbangkan pakaian dan perabot mereka, membuang ponsel dan menghancurkan penyeranta dengan palu. Lalu bertualang yang diawali dengan memanfaatkan paket bulan madu yang telanjur dibayar.

Franz berangkat dengan kekhawatiran mereka akan berakhir saling mencekik dalam perjalanan. Franz sering khawatir atas Kurt, yang selalu percaya pemecahan masalah selalu ada di detik-detik terakhir yang menegangkan.

Pemanasan dilakukan dengan mengunjungi teman di Rusia dan Praha. Selanjutnya, mereka bertualang selama empat tahun. Bolak-balik ke Amerika dan 60 negara, termasuk Indonesia. Padahal, dalam dunia backpacker, pergi hingga lima tahun berturut-turut sama dengan sudah waktunya memeriksakan otak ke psikiater.

Juga berbagai pesan bagi calon pengembara. Misalnya, buku Lonely Planet boleh jadi panduan tapi bukan buku suci. Bisa saja Anda mendatangi suatu tempat yang disebut di buku wisata sedang populer, ternyata pada saat Anda mendatanginya tempat itu sudah ketinggalan zaman.

Mereka mencoba menikmati hidup baru, mulai di Amerika Latin, Eropa Timur, Timur Tengah, Afrika, Australia, hingga Asia Tenggara. Setiap petualangan baru membawa mereka ke tempat yang lebih unik dan menarik, diwarnai kisah seru yang mereka alami.

Bertanya pada orang setempat, meski dengan bahasa tarzan, biasanya lebih menyenangkan dan kadang akurat. Dari orang-orang yang berpapasan di jalan Franz banyak belajar tentang makna hidup.

Bergabung dengan kaum backpacker juga menarik. Meski Franz tak bisa tidak mengkritik kaum ini, yang seolah menjadi duta tak resmi bangsa kulit putih yang melancong ke negeri asing. Mengagumi kekompakan dan keberanian mereka tapi juga ngeri pada cara hidup yang terlalu menyerahkan diri pada nasib di perjalanan.

Banyak petualangan aneh yang dicatat Franz dengan cukup terperinci, dari disangka pasangan gay, hingga terpaksa kabur dari perempuan di Praha, Trinidad, sampai Vietnam. Lalu dijebak menikahi gadis setempat hingga dicopet banci yang beroperasi di jalan. Mereka juga berhasil mengumpulkan sepuluh cara gila tapi efektif menangani pedagang asongan setempat.

Sayang, seperti pelancong mancanegara lainnya, mereka hanya menuju Bali saat di Indonesia. Sedikit cerita tentang Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Komodo, serta kacaunya pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Atau gagalnya rencana menjadi ahli sabung ayam ala Bali karena muntah-muntah saat salah satu ayam mati terpenggal. Semua disajikan dengan gaya bertutur yang menggelitik.

Di beberapa bagian, alur yang berulang dengan menceritakan petualangan yang sama lewat surat kepada sosok LaRue agak mengganggu. Atau kisah sakitnya Annie yang tak terlalu relevan dengan keseluruhan cerita. Sementara itu, kesadaran Franz akan cintanya pada Annie saat bertemu dengan banyak wanita cantik di dunia yang penuh petualangan hampir membuat tergelincir menjadi cerita yang cengeng.

Secara keseluruhan, membaca buku ini mengulik hasrat untuk bertualang. Minimal menjadi LaRue dan teman-temannya di rumah pensiun Eskaton, yang selalu bergairah mendengar petualangan Wisner bersaudara. Atau mengingatkan kembali bahwa beberapa ikatan persaudaraan dalam keluarga yang hilang tak berarti putus. Hanya perlu waktu dan kesempatan bersama untuk menemukannya kembali. 

UTAMI WIDOWATI




www.dinamikaebooks.com

Rabu, 21 Januari 2009

The Breakthrough Company

by: Keith R. McFarland
Kenapa sebuah perusahaan mampu membuat terobosan dan yang lain tidak? Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu organisasi kita memaksimalkan potensinya guna membuat terobosan?

Terinspirasi oleh dua begawan manajemen
Peter Drucker dan Jim Collins (penulis buku terlaris
Good to Great) untuk mengungkap apa yang menggerakkan suatu perusahaan terus menapak menuju puncak kesuksesannya,  McFarland menghabiskan 5 tahun untuk meng-ubek-ubek 7.000 perusahaan berkembang di dunia dan mewancarai lebih dari 1.500 eksekutif di 4 benua. Tujuannya sederhana: menyingkap rahasia membuat terobosan.

Kita mungkin belum atau tak akan pernah memimpin perusahaan sebesar IBM, GE, Dell, Southwest Airlines, dan lainnya yang selalu jadi acuan kebanyakan buku rahasia sukses berbisnis. The Breakthrough Company mengulas kisah perjalanan perusahaan biasa-biasa dengan modal biasa menjadi perusahaan istimewa—mampu bertahan dan sanggup membuat perbedaan.
Alih-alih berbohong bahwa di dalam ada solusi instan yang akan membuat perusahaan maju, McFarland menyodorkan seperangkat strategi, keterampilan, serta langkah nyata yang terbukti ampuh untuk Anda terapkan dalam setiap proses menuju puncak kesuksesan Anda dan perusahaan.


www.dinamikaebooks.com

Fiqih Jima’

by: Abdullah al-Faqih, Dr.
  • Adakah dalil yang mengharamkan persetubuhan dengan cara dan gaya apa saja yang diinginkan suami atau istri? Berbagai kasus seks terjadi dikalangan suami-istri, lalu sejauh mana Islam mentolelir cara dan gaya yang bertujuan menyempurnakan persetubuhan?
  • Bagaimanakah tips dan trik bersetubuh secara Islami? Adakah tips khusus bersenang senang dengan istri yang sedang haid?
  • Benarkah melafalkan ayat ayat al Quran saat sedang bersetubuh dapat mengatasi ejakulasi dini? Apakah hal tersebut dibolehkan?
  • Bagaimana doa atau zikir untuk mempercepat dapat  keturunan? Benarkah tanpa berdoa saat bersetubuh bisa menyebabkan anak kelak berada dalam pengaruh setan?

Berdasarkan persfektif fikih, fatwa fatwa yang ada dalam buku ini akan menjawab pelbagai persoalan seputar persetubuhan (istimta') dengan segala kehalalan dan keharamannya secara qath'i; memperingatkan perbuatan kotor manusia yang menyimpang dari fitrah yang sudah ditetapkan secara berimbang—dengan tanpa menetapkan secara pasti keharaman suatu perbuatan yang tidak ada dalil yang mengharamkannya atau dalam posisi qiyas jail–; dan mencegah sebagai bentuk perbuatan sebagai upaya menutup jalan (saddu ad dzara'i) yang dapat mengantarkan seseorang jatuh dalam perbuatan yang diharamkan atau dirinya bercampur najis. 


www.dinamikaebooks.com

Get Real Get Rich

by: Farrah Gray
Anda benci pekerjaan Anda sekarang tapi masih membutuhkan gajinya?
Setelah bertahun-tahun kerja keras, Anda masih belum bisa menikmati kebebasan finansial?
Apa yang menghalangi Anda untuk sukses dan kaya raya?

Terlalu banyak orang yang bekerja keras tanpa mendapat hasil yang sepadan, dan berharap bahwa kerja keras itu akan secara otomatis mengantarkan mereka menuju kekayaan.

PERHATIAN: Tidak ada yang namanya KEKAYAAN OTOMATIS!

Dalam buku ini, saya tidak hanya akan berbagi pola pikir yang dibutuhkan untuk mencapai semua impian Anda, tetapi juga berbagai strategi spesifik yang Anda perlu jalankan. Saya ingin membantu Anda mendobrak segala rintangan yang menghalangi Anda dari kesuksesan. Saya ingin membantu Anda memaksimalkan potensi Anda untuk menjadi kaya luar-dalam.

Saya lahir di keluarga kulit hitam yang miskin (benar-benar miskin!), sebagai anak bungsu dari lima bersaudara yang dibesarkan oleh orang tua tunggal penerima bantuan publik. Saya mendapat satu juta dolar pertama saya di usia 14 tahun, dan satu juta dolar kedua di usia 16 tahun. Dan saya bisa menghasilkan lebih banyak lagi sekarang dengan mendobrak berbagai kebohongan tentang uang dan kesuksesan. Saya bisa, dan Anda pun pasti bisa!

* * * * *

Dalam buku ini, Farrah Gray membongkar satu per satu 7 Kebohongan yang menghalangi Anda dari kesuksesan dan kekayaan:
-  Kebohongan kerja keras: "Aku harus kerja keras dan berkorban supaya bisa kaya."
-  Kebohongan Google & Bill Gates: "Aku harus genius atau menemukan sesuatu yang dibutuhkan banyak orang agar bisa kaya."
-  Kebohongan Wall Street: "Aku harus tahu banyak tentang pasar saham untuk bisa kaya."
-  Kebohongan utang: "Aku harus tidak punya utang supaya bisa kaya."
-  Kebohongan uang: "Aku harus punya uang untuk menghasilkan lebih banyak uang."
-  Kebohongan selebriti: "Aku harus jadi bintang di dunia hiburan atau olahraga agar bisa kaya."
-  Kebohongan lahir beruntung: "Aku harus punya bakat khusus atau koneksi untuk bisa kaya."

Dengan membongkar semua kebohongan tersebut, Farrah akan menginspirasi dan membuat Anda mampu merancang rencana pembangunan kekayaan Anda sendiri. Farrah memadu Anda langkah demi langkah menuju kehidupan yang lebih kaya.


www.dinamikaebooks.com

The Demon in the Teahouse

by: Dorothy Hoobler, Thomas Hooblerdan
Jepang abad ke-18 zaman Tokugawa. Seikei Konoike, yang telah diangkat menjadi anak oleh Hakim Ooka, memulai petualangan barunya. Sebagai samurai, ia mulai diajari kyudo—seni memanah—oleh salah seorang samurai pengawal Hakim Ooka, Bunzo.

Sementara itu, banyak terjadi kebakaran di Yoshiwara. Setiap terjadi peristiwa kebakaran, terlihat seorang geisha misterius. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kasus-kasus kebakaran itu berhubungan dengan kematian sejumlah geisha. Yang mencurigakan adalah semua kejadian itu terkait dengan seorang geisha bernama Umae. Hakim Ooka pun menyuruh Seikei mengawasi Umae.

Selama penyelidikannya, Seikei harus berjibaku menghadapi rintangan yang menghadang. Siapakah geisha misterius yang selalu terlihat dalam setiap peristiwa kebakaran itu? Benarkah Umae pelakunya? Tekad Seikei sebagai seorang samurai pun diuji...


www.dinamikaebooks.com

Senin, 19 Januari 2009

The Nokia Revolution

by: Martti Häikiö
Seluruh dunia terkesan dengan kisah Nokia dan pasti akan terus terkesan, karena Nokia adalah perusahaan yang memikirkan, merencanakan, dan memengaruhi masa depan industrinya.

Nokia merupakan sebuah kisah tentang bagaimana pemikiran yang visioner dan revolusioner dalam industri dan keputusan yang berani membuatnya tumbuh pesat menjadi kekuatan yang benar-benar mendunia. Apa saja rahasia-rahasia sukses perusahaan yang pendapatan tahunannya mampu melebihi pendapatan nasional Finlandia, tempat di mana kantor pusat Nokia berada? Bagaimana kisah awal berdirinya Nokia dan segala lika-likunya?

Buku ini akan memberikan pelajaran berharga bagi siapa saja, baik perorangan maupun perusahaan yang ingin tumbuh pesat di situasi saat ini yang terus berubah


www.dinamikaebooks.com

Secret of Napoleon Hill’s Mind

by: Napoleon Hill
Pemikiran Napoleon Hill tertuang menjadi karya paling fenomenal yang pernah diterbitkan di muka bumi. Buku-bukunya menjadi buku yang paling berpengaruh. Ribuan orang terinspirasi setelah membacanya.Lalu, apakah sebenarnya rahasia kesuksesan Napoleon Hill?

Penciptaan kekayaan dimulai dari pikiran yang memiliki tujuan yang jelas. Begitu dikatakan oleh Napoleon Hill. Bukan hanya dari segi materi, tetapi juga kebahagian dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Namun, semua tetap bersumber dari pemikiran yang cerdas dan akurat.

Dalam buku ini, Anda akan menemukan rahasia pemikiran-pemikiran Napoleon Hill yang sangat brilian dalam hal cinta, kasih sayang, persahabatan, dan kesehatan. Selain itu, Anda akan dapat mengubah segala kekeliruan, kegagalan, kekecewaan, kealpaan, dan kekalahan di masa lampau menjadi kekayaan yang tak terhingga, dan lebih banyak lagi.

Buku ini penuh dengan ide-ide cerdas, kutipan-kutipan yang menggugah, dan ajaran filosofi mengagumkan yang dipetik dari pengalaman kesuksesan ratusan manusia yang paling berkuasa dan paling makmur di dunia. Membaca buku ini dapat mengubah hidup Anda menjadi lebih baik.


www.dinamikaebooks.com

Spook's Apprentice

by: Joseph Delaney
Warning: Not to Be Read After Dark

Pada usia tigabelas tahun Tom harus meninggalkan rumah orangtuanya dan mempelajari keahlian tertentu kepada orang lain. Tetapi menjadi murid magang seorang spook? Mencari dan menangkap tukang sihir, boggart, dan hantu bukanlah pekerjaan yang diidamkannya. Namun, sebagai putra ketujuh dari putra ketujuh, Tom sudah ditakdirkan untuk menjadi murid sang Spook yang terbaik dan terakhir.

Mampukah Tom menjalani tugas sebagai murid sang Spook? Tugas yang membutuhkan tidak hanya tekad serta keberaniannya, namun terkadang taruhannya adalah nyawa.


www.dinamikaebooks.com

The Mysterious Benedict Society (Persekutuan Misterius Benedict)

by: Trenton Lee Stewart
Awalnya, ada sebuah iklan suratkabar yang berisi:

APAKAH KAU SEORANG ANAK BERBAKAT YANG MENCARI KESEMPATAN ISTIMEWA?

Reynie, Sticky, Kate, dan Constance merespons iklan misterius tersebut. Setelah lulus dari serangkaian tes yang menguras otak, mereka diminta untuk berpartisipasi dalam sebuah misi berbahaya yang hanya bisa diselesaikan oleh anak-anak paling cerdas dan paling kreatif. Meskipun kepribadian masing-masing anak sangat berbeda, mereka memiliki tiga kesamaan. Mereka semua sangat berbakat. Mereka semua sangat jujur. Dan mereka semua adalah yatim piatu.

Maka terbentuklah Persekutuan Misterius Benedict.

Mengikuti tradisi kisah klasik yang baik, buku ini menampilkan keingintahuan, imajinasi, dan kreativitas anak-anak dalam menyelesaikan masalah. Bertemakan kesepian, kebaikan versus kejahatan, dan kekuatan persahabatan, Trenton Lee Stewart membawa para pembaca ke dalam petualangan menakjubkan yang mendorong teman, keluarga, dan musuh untuk diuji.

APAKAH KAU SIAP MENERIMA TANTANGAN?


www.dinamikaebooks.com

Jumat, 16 Januari 2009

Gadis Berbunga Kamelia

by: Alexandre Dumas Jr.
Pusara itu selalu bertaburkan kamelia. Siapa pun yang melihatnya yakin bahwa makam itu milik seorang wanita istimewa. Namun, tak seorang pun mengira bahwa di dalamnya bersemayam jasad seorang pelacur yang meninggal karena sakit paru-paru.
 
Ya, Marguerite adalah seorang pelacur terkenal Paris pada zamannya. Semua pria menginginkannya, tak terkecuali Armand Duval. Beruntung Marguerite menerima uluran kasihnya. Namun, apakah kisah cinta mereka berjalan mulus? Benarkah Marguerite memang pantas dicintai? Lantas, mengapa pula pusara itu selalu dipenuhi bunga kamelia?
 
The Lady of Camille mengangkat nama Dumas Jr. ke jajaran sastrawan klasik dunia. Novel istimewa ini banyak menyoroti kebobrokan sistem sosial Paris masa itu. Kisah menawan di dalamnya bahkan menginspirasi tokoh-tokoh seni besar lainnya seperti komponis Verdi yang menggubah lakon opera La Traviata. Hingga sekarang kisah ini masih tetap layak untuk dibaca.


www.dinamikaebooks.com

Revolusi Terapi Hormon

by: M. Sara Rosenthal, Ph.D
Hormon Replacement Therapy atau Terapi Sulih Hormon (TSH), Anda pernah mendengarnya? Terapi khusus bagi para wanita yang telah memasuki masa menopause ini sempat menjadi perdebatan. Penemuan salah satu badan riset besar, Woman's Health Initiative (WHI) di Amerika pada Juli 2001 sangat mengejutkan. Terapi yang diharapkan mampu meredakan gejala-gejala menopause, mencegah osteoporosis dan kanker usus ini ternyata setelah diteliti kembali penggunaannya dalam jangka panjang menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, stroke, dan penyumbatan darah.

Sara Rosenthal, bioethicist dan sosiolog yang secara khusus menekuni kesehatan wanita menawarkan pandangan yang berbeda tentang TSH. Selama bertahun-tahun ia mempertanyakan alasan menopause dianggap penyakit dan dianggap fase yang tidak normal. Dengan TSH yang menggunakan phytoestrogen (estrogen dari tumbuhan), ia memberi solusi lengkap yang mendukung bahwa TSH jenis ini membantu wanita mengatasi masa premenopause, perimenopause, menopause, dan posmenopause. Penyakit-penyakit yang muncul adalah semata-mata kurangnya informasi yang diberikan sebelum TSH diberikan.
 
Di dalam buku ini, Sara secara lengkap membagikan cara-cara diet, jenis-jenis makanan yang dianjurkan, tanaman obat, suplemen, gerak tubuh, dan sistem penyembuhan praktis yang melengkapi TSH sehingga kesehatan optimal bisa diraih. Andakah wanita yang peduli kesehatan dan ingin tetap bugar saat masa menopause datang? Maka buku ini untuk Anda!


www.dinamikaebooks.com