Rabu, 07 Januari 2009

Badshah Khan

by: Eknath Easwaran
Mari berguru pada air karena ia memilih mengalir, menembus kokohnya pegunungan yang harus dilewatinya untuk mencapai hilir. Air pun mampu mengikis batu karang yang keras. Ia lembut dan kelembutan adalah kekuatan. Ia yang kuat memilih bertindak tanpa kekerasan. Suatu tindakan yang membutuhkan nyali karena tidak banyak orang yang memilihnya.
 
Ekhnat Easwaran dalam buku ini menyampaikan pesan dua tokoh pionir antikekerasan, Badshah Khan dan Mahatma Gandhi dengan keindahan yang menyentuh hati siapa saja yang merindukan kedamaian.
 
Seperti Badshah Khan mengatakan:
 
Aku memiliki mimpi besar, kerinduan yang besar
 
Seperti bunga-bunga di padang gurun, orang-orang sebangsaku lahir, mekar sesaat tanpa ada yang merawatnya, mereka layu, dan kembali menjadi debu.
 
Aku ingin melihat mereka berbagi suka dan duka.
 
Aku ingin melihat mereka bekerja sama sebagai rekan yang sejajar.
 
Aku ingin melihat mereka berperan bagi negara dan dunia,
 
melayani Tuhan dan demi kemanusiaan.


www.dinamikaebooks.com

Keluarga Flood: Tetangga Culun

by: Colin Thompson
Betty, anak bungsu Keluarga Flood, merupakan seorang gadis cilik yang terlihat cukup normal—tidak seperti kakak-kakaknya. Dia belajar di sebuah sekolah dasar yang normal di ujung jalan dekat rumahnya, dan dia bahkan memiliki seorang teman baik yang normal, Ffiona Hulbert.

Namun, Betty tidak normal—dia seorang penyihir. Ketika Bridie McTort, si penindas di sekolah, mulai bertingkah, Betty tahu pasti apa yang harus dia lakukan. Dan saat ayah Ffiona ditindas di tempat kerjanya, Betty juga tahu cara mengatasi masalah itu.

Sementara itu, Winchflat Flood sednag ketagihan menonton film-film Frankenstein lama dan dia memutuskan ingin menciptakan manusianya sendiri...


www.dinamikaebooks.com

Escape

by: Carolyn Jessop, Laura Palmerdan
Tujuh belas tahun lamanya Carolyn Jessop terjebak dalam pernikahan poligami di sekte Fundamentalist Church of Latter Day Saints , sekte sempalan yang sudah tak diakui keberadaannya oleh Gereja Mormon.

Pada usia delapan belas, Carolyn dipaksa menikahi Merril Jessop, pria yang lebih tua tiga puluh dua tahun daripada dirinya, sebagai istri keempat. Selanjutnya, hidup bagai penjara bagi Carolyn. Dia memiliki delapan anak, menderita penganiayaan psikologis dari suami beserta keenam istri lainnya dan tak mempunyai hak untuk membuat keputusan sendiri.

Akhirnya Carolyn membulatkan tekad dan memberanikandiri menyusun rencana melarikan diri pada 2003 bersama kedelapan anaknya meski hanya membawa $20.

Pada 2006, laporannya kepada jaksa agung Utah mengenai penganiayaan di gereja merupakan bagian krusial dari kasus yang berlanjut dengan penempatan pemimpin sekte yang terkenal itu, Warren Jeffs, dalam Daftar Orang Paling Dicari FBI dan kemudian penangkapannya.


www.dinamikaebooks.com

[resensi buku] Kondom dan Jarum Suntik Noni Inggris

Pengelola Rumah Baca tanpa Titik (Macapat) dan peneliti kebudayaan di Society of Sociological Analitic for Democracy . Elizabeth Pisani memberi dua tawaran kontroversial, keharusan menggunakan kondom di tempat pelacuran dan pemberian jarum steril bagi pengguna narkoba suntik.

AIDS mungkin bagai belusuk (ular laut berbisa). Siapa pun yang sering \\\'berbasah-basah di laut\\\' bisa tergigit. Lantas apakah cukup melarang individu mandi di laut hanya karena keberadaan belusuk?

Sejak Luc Montagnier dan Francoise Barre-Sinoussi (keduanya meraih Hadian Nobel bidang Kesehatan 2008) menemukan HIV pada 1982, AIDS telah membunuh 25 juta orang. Bahkan hingga kini 33 juta orang di dunia telah terinfeksi HIV. Elizabeth Pisani menuturkan pengalamannya selama berkecimpung dalam kegiatan penanggulangan HIV/AIDS melalui buku setebal 589 halaman ini.
Pada 1993, Pisani memutuskan berhenti sebagai wartawan Reuters. Ia memilih mengikuti program master dalam bidang demografi medis. Tak dinyana, jalur itu justru mengantarkannya ke dalam pusaran penanggulangan HIV/AIDS. Noni asal Inggris itu kian sibuk setelah masuk ke UNAIDS pada 1996.

Pisani sadar bahwa menjadi aktivis penanggulangan HIV/AIDS justru meminta kerja ekstrakeras ketimbang saat ia masih berprofesi sebagai kuli tinta. Maka, buku ini pun bercerita tentang ketegaran seorang anak manusia bergelut dengan pilihan profesinya.

Jean Baudrillard (dalam Piliang, 2004:171-172) sempat mengupas persoalan AIDS melalui karyanya berjudul Seduction. Penyakit itu, menurut Baudrillard, muncul sebagai dampak dari sistem tak terkendali yang sebenarnya merupakan kreasi kita sendiri. Sistem itu ialah transparansi dan promiskuitas (jaringan seksual dengan siapa saja) dalam orbit global. Alih-alih meluapkan kenyamanan, analisa Baudrillard malah seperti manusia yang merutuki nasib tanpa berbuat apa-apa.
Pisani melangkah jauh dari sekadar bermuram durja ketika melihat persoalan AIDS. Penyakit itu, menurut Pisani, hanya menular lewat dua bentuk kegiatan, yaitu seks dan narkoba suntik. Globalisasi, kemiskinan dan tinggi rendahnya tingkat pendidikan bukanlah faktor utama yang menjadi tunggangan HIV untuk menyebar ke seluruh dunia.

Maka solusi konkret dari Pisani ialah penggunaan kondom bagi kalangan yang melakukan seks berisiko tinggi dan pemberian jarum steril untuk pengguna narkoba suntik. Tentu solusinya mengundang kontroversi. Ia seperti mengamini berlangsungnya praktik gelap yang ada di belahan dunia.

Realitas Kondom
Pisani memang mengajak kita untuk menjejak di bumi realitas, bukan terus-menerus terbang mengawang di langit idealitas. Misalnya, mampukah menghapus prostitusi (salah satu pekerjaan tertua di muka bumi)? Pisani beranggapan, gerakan penutupan bordil hanya akan mempersulit proses pencegahan AIDS karena para penjaja seks komersial (PSK) tak lagi berada di satu tempat.
Noni dari Inggris ini tak segan masuk ke gerai seks, mulai dari lokalisasi Rawa Malang (Jakarta), bar-bar di Dili (Timor Leste), hingga sejumlah bordil di Dongxing (Tiongkok). Dia menemukan minimnya penggunaan kondom di kalangan pembeli seks dari PSK. Padahal, itulah wahana yang tepat bagi penularan HIV. Maka, aturan ketat penggunaan kondom di lokalisasi, menurut Pisani, mutlak diperlukan untuk mencegah penyebaran AIDS.

Sering berganti pasangan dalam hubungan seksual-—tanpa menggunakan kondom-—dipastikan menjadi penyebab seseorang tertular HIV. Namun, polanya bergantung pada geografis dan kultural suatu daerah. Pada kebanyakan negara di benua Afrika, tak perlu keberadaan prostitusi untuk menularkan HIV.
Demikian pula pola penyebaran HIV melalui jarum suntik yang dipakai bergantian di kalangan pengguna heroin. Walau seluruh dunia mengamini bahwa heroin adalah barang ilegal, tapi pengguna barang itu tak jua susut. Penjara menjadi lumbung penularan HIV melalui jarum suntik (hal.448).

Narkoba yang tidak dikonsumsi secara suntik pun turut berkontribusi pada penyebaran AIDS. Pengguna narkoba yang sedang high memiliki kecenderungan tinggi untuk melakukan hubungan seks tanpa kondom. Pisani mengakui bahwa di Indonesia dan sebagian besar negara di Asia, konsumsi narkoba memang saling tumpang tindih dengan perilaku seks berisiko tinggi dalam pola penularan HIV (hal.169).

Pertaruhan dana
Berbicara tentang upaya penanggulangan, Pisani melihat adanya beberapa kendala. Pertama, birokrat di negara berkembang masih enggan mengucurkan dana bagi pencegahan epidemi AIDS. Hal itu bertolak belakang dengan pejabat di negara maju yang mulai aktif menggelontorkan dolar bagi program penanggulangan HIV/AIDS, walau tentu saja, sebelumnya birokrat di negara maju juga malas melakukan hal itu.

Kedua, datang dari kultur suatu daerah. AIDS masih dipahami sebagai \\\'penyakit hukuman\\\' bagi kelompok yang berperilaku di luar norma masyarakat. Akibatnya, orang-orang yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS enggan memeriksakan kesehatan mereka karena takut distigma negatif oleh masyarakat.
Ketiga, Pisani mengungkapkan adanya pertarungan antarlembaga yang berkecimpung di dunia narkoba dan AIDS juga sering memecahkan konsentrasi dari kegiatan pencegahan menyebarnya epidemi AIDS. Patut diketahui, kini lembaga internasional yang menangani AIDS bukan hanya UNAIDS. Pertarungan antarlembaga itu terjadi karena perbedaan ideologi yang diusung, hingga berakibat pada cara pandang dan penanganan terhadap AIDS.
Melalui buku ini kita bisa mengetahui bahwa AIDS telah menjadi komoditi yang bisa dijual, dan pengaruhnya mampu merasuk ke relung politik. Bahkan, \\\'belusuk\\\' itu tak lagi hanya menyebarkan bisanya kepada mereka yang sering \\\'berbasah-basah di laut\\\'. Para istri setia dan jabang bayi pun memiliki peluang mengidap AIDS karena tertular HIV dari seorang suami yang sering \\\'jajan\\\' di luar rumah.

Akhirnya, buku ini memang menawarkan sikap bijak kepada kita dalam memahami penyakit AIDS.

Sumber: Media Indonesia


www.dinamikaebooks.com

Selasa, 06 Januari 2009

Arabic Kamasutra: Seni Membahagiakan Pasangan Hidup

by: Muhammad bin Baz
Hubungan seksual sejatinya bukan hanya permasalahan hubungan badan, tetapi harus membawa seluruh hati dan jiwa pelaku ke dalamnya. Terkadang, seseorang tidak bisa menguasai keinginan terpendam pasangannya. Karena itu, buku ini hadir untuk menyingkap beberapa rahasia yang ada pada laki-laki dan perempuan. Dengan begitu, pembaca buku ini diharapkan dapat lebih mengerti dan memuaskan pasangannya.

Hubungan ranjang juga bisa menjadi pemantik masalah jika seseorang tidak dapat melayani pasangannya dengan baik. Jadi, pengetahuan luas dan mendalam tentang tata cara memberi nafkah batin menjadi sangat urgen. Salah satu alternatif solusi atas permasalahan tersebut adalah membaca buku yang dilengkapi dengan ilustrasi beberapa gaya bersanggama orang Arab klasik ini.


www.dinamikaebooks.com

Stormchaser (The Edge Chronicles #2)

by: Paul Stewart, Chris Riddelldan
Badai yang dahsyat,” teriak sang kapten...
Angkat jangkar, kita buru badai itu!”

Di atas kapal Stormchaser, Twig–awak kapal termuda–telah ditakdirkan menjadi perompak langit. Hatinya dipenuhi kesenangan menunggu petualangan di depannya.

Misi mereka adalah mencari stormphrax, elemen yang tak ternilai harganya dan hanya terbentuk tepat pada saat Badai Besar melepaskan energi puncak. Hanya kapal langit seperti Stormchaser yang bisa memasuki badai seperti ini...

Petualangan Twig di buku kedua The Edge Chronicles ini sangat menegangkan dan dipenuhi karakter serta ilustrasi yang memukau...


www.dinamikaebooks.com

Khadijah: The True Love Story of Muhammad SAW

by: DR. Abdul Mun`im Muhammad
Tak dapat dipungkiri, Khadijah, istri Rasulullah saw., merupakan sosok yang fenomenal. Bukan saja memiliki perilaku yang mulia, Khadijah juga merupakan sosok yang cerdas dengan ketabahan yang luar biasa.

la rela mengorbankan seluruh harta dan jiwanya untuk dakwah Rasulullah. Dengan kematangan, kebijaksanaan, dan integritas dirinya, Khadijah menyokong, membangkitkan tekad, dan mengobarkan semangat dakwah Rasulullah.

Jika ada wanita yang langsung menerima salam dari Allah, maka Khadijahlah orangnya. Peristiwa itu terjadi ketika Jibril mendatangi Rasulullah. Allah menjaga diri Khadijah dari segala cela, sehingga penduduk Mekah menjulukinya sebagai "wanita suci".

Khadijah pun menjadi wanita teristimewa bagi Rasulullah. Rasulullah selalu menyebut-nyebut nama Khadijah dan mengistimewakan teman-teman Khadijah, walau hingga Khadijah wafat. Inilah kisah Khadijah, cinta sejati Rasulullah.


www.dinamikaebooks.com

Aisyah: The True Beauty

by: Sulaiman an-Nadawi


www.dinamikaebooks.com

[resensi buku] Kajian Utuh Tentang (Konsep) Ekonomi Islam

N. Mursidi, majalah Hidayah, edisi 89 Januari 2008

Dalam buku The End of History?, Francis Fukuyama mengemukakan tesis bahwa runtuhnya tembok Berlin telah menjadi tanda dari akhir sejarah. Komunisme tumbang dan kapitalisme ditasbih Fukuyama menjadi pemenang. Tapi, krisis keuangan yang telah menggulung perekonomian Amerika baru-baru ini, tidak "menutup mata orang" bahwa ekonomi kapitalisme ternyata tidak membawa penduduk bumi hidup lebih baik.

Diakui atau tidak, kapitalisme telah membuka peluang keserakahan dan ruang itulah yang kemudian menjadikan dunia digerus dalam lipatan krisis. Tak salah, jika krisis finansial global sekarang ini seakan mengukuhkan bahwa kapitalisme gagal membawa dunia ke arah yang lebih baik.

Di tengah krisis keuangan global yang membuat banyak orang dicekam cemas, tentu Buku Induk Ekonomi Islam; Iqtishaduna karya Muhammad Baqir Ash-Shadr -pemikir Muslim Najk, Irak-- ini patut untuk diapresiasi. Penulis tidak saja membandingkan sistem ekonomi kapitaslisme dan sosialisme, dengan sistem ekonomi Islam, tapi lebih jauh lagi mengupas konsep ekonomi Islam secara detail. Tak berlebihan jika penulis berpendapat bahwa sistem ekonomi Islam ini bisa menjadi alternatif, lantaran masih terus berdenyut secara teoritis maupun ideologis. Sayangnya, sistem ekonomi Islam kerap tak mendapat tempat dan terkesan tak diberi kesempatan.

Padahal, krisis keuangan global yang terjadi sekarang ini membuktikan bahwa ekonomi kapitalisme meninggalkan belang dan coreng moreng, yang patut digugat. Pasalnya, sistem ekonomi kapitalisme memberi ruang kebebasan tidak terbatas dan hal itu melahirkan ketidakseimbangan atau kesenjangan. Islam tidak setuju dengan konsep distribusi kapitalisme, bahkan Marxisme yang mengaitkan kepemilikan sumber-sumber produksi dengan bentuk produksi yang berlaku.

Sementara Islam, menurut penulis membatasi kebebasan individu dalam memiliki sumber-sumber produksi dan memisahkan distribusi sumber-sumber dari bentuk produksi. Alasan di balik itu, Islam melihat unsur manusia demi keadilan. Islam mengobarkan jihad melawan keterbelakangan dan kemunduran. Maka, bagi penulis, tidak ada "kerangka" yang tepat untuk mencari solusi berbagai "problem keterbelakangan ekonomi", kecuali dengan sistem ekonomi Islam.

Meski buku ini cukup kental dengan pijakan teologis-normatif dan berlatar kondisi sosial pada masa lalu, tetapi kajian detail tentang seluk beluk ekonomi Islam (mulai dari masalah produksi, distribusi, sirkulasi, jaminan sosial, pajak, batas kekayaan pribadi dan masalah-malasah lain) bahkan disertai analisis tajam membandingkan sistem ekonomi kapitalisme dan Marxisme dengan sistem ekonomi Islam, menjadikan buku ini sebagai sebuah kajian utuh tentang sistem ekonomi Islam.

Lewat buku ini, penulis berusaha menemukan doktrin ekonomi Islam, didasarkan atas penerapan hukum-hukum Islam, serta implikasinya berhubungan dengan bidang-bidang ekonomi. Alhasil, buku Iqtishaduna (ekonomi kita) ini, selain memaparkan soal ekonomi secara luas, juga menjadi sumbangsih berharga dalam khazanah dan literatur ekonomi Islam. Dengan sumbangsih itu, dalam konteks Indonesia, buku ini diharapkan membuka mata elit pemegang kebijakan ekonomi (meminjam ungkapan Prof KH Ali Yafie) untuk dijadikan pijakan atau jalan keluar –guna menuntaskan problem ekonomi di negeri ini yang terpuruk dalam jurang krisis.

N Mursidi,

www.dinamikaebooks.com

Senin, 05 Januari 2009

100 Kisah Islami Pilihan untuk Anak-Anak

by: Salman Iskandar
Kisah-Kisah Pilihan yang Meningkatkan Keimanan
 
Subhanallah...! Kisah-kisah yang keren. Teman-teman pasti suka! Ada cerita Bahaya Dengki dan Bahaya Riya yang mengajak anak-anak untuk menghindari sifat dengki dan riya. Umar dan Penggembala Ternak mengajak anak-anak untuk bersikap jujur dan yakin bahwa Allah Maha Melihat. Tobatnya Sang Perampok mengajarkan usaha tobat yang baik. Aslam Ingin Berjuang dan Lelaki Pemberani mengajak kita bersemangat berjuang membela Islam. Selain itu, ada juga kisah-kisah tentang ibadah, jihad di jalan Allah, kemuliaan akhlak, kedermawanan, dan kesederhanaan. Ayooo ... baca, ya!


www.dinamikaebooks.com

Hidangan Favorit ala Mediterania

by: Hartati Nurwijaya
Berdasarkan hasil penelitian WHO terhadap 13.000 orang usia 40-59 tahun di beberapa negara selama 10 tahun, ditemukan bahwa masyarakat Mediterania memiliki tingkat kematian terendah akibat penyakit kanker dan jantung koroner. Hal tersebut berkat makanan yang mereka konsumsi secara turun-temurun. Resep mediterania yang telah diterapkan selama ribuan tahun ini tidak menuntut Anda untuk berpantang makan, melainkan hanya membiasakan cara hidup alami.
 
Dengan bahan resep yang mudah didapat, Anda bisa dengan mudah mempraktikkannya sendiri di rumah.

50 hidangan lezat dari 5 negara Mediterania, yaitu Yunani, Italia, Turki, Prancis, dan Spanyol siap tersaji untuk Anda. Lengkap dengan tips sehat khas Mediterania. Variasikan setiap hari, Anda pun tetap sehat dan... awet muda!


www.dinamikaebooks.com

Jumat, 02 Januari 2009

Peter Pan and the Shadows Thieves

by: Dave Barry, Ridley Pearsondan
Lord Ombra, sosok misterius mengerikan pencuri bayangan, membuat gempar seluruh awak kapal.
 
Dia memaksa kelasi kapal mengikuti semua perintahnya untuk mencari Serbuk Bintang, materi pengganda kekuatan. Mereka bergerak menuju London ke kediaman Molly yang dikabarkan menyimpan serbuk ajaib itu.
 
Peter Pan bersama Tinker Bell berusaha menghentikan langkah Lord Ombra. Jika tidak, nyawa Molly dan keluarganya akan terancam. Dan kekuatan Serbuk Bintang di tangan Lord Ombra akan berubah menjadi kekuatan jahat yang menimbulkan kekacauan di Kota London.
 
Berhasilkah Peter Pan mengatasi masalah besar ini? Lalu bagaimana dengan Kapten Hook, musuh terbesar Peter Pan, yang terus menuntut balas kepadanya?


www.dinamikaebooks.com